Polsek Dedai bergerak cepat melakukan pengecekan dan verifikasi terhadap satu titik hotspot yang terdeteksi melalui pemantauan satelit NASA-SNPP di wilayah Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang, Senin (7/9/2026).
Pengecekan dilakukan sekitar pukul 13.30 WIB sebagai tindak lanjut atas data hotspot yang tercantum dalam tabulasi BMKG Kalimantan Barat pada Minggu (6/9/2026) dengan tingkat kepercayaan medium.
Berdasarkan hasil ground check, titik hotspot berada di wilayah Desa Nanga Jetak, Kecamatan Dedai, dengan luasan lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 1 hektare. Lahan tersebut merupakan area mineral yang ditumbuhi rumpukan dan berada jauh dari konsentrasi penduduk. Pemilik lahan hingga saat ini belum diketahui.
Personel Polsek Dedai yang melakukan pengecekan langsung mendapati bahwa api telah padam. Namun, di lokasi masih terlihat kepulan asap yang menunjukkan adanya sisa panas pada area yang sebelumnya terbakar.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak terdapat api yang masih menyala dan melakukan verifikasi terhadap titik koordinat yang terdeteksi oleh satelit.
Selain pengecekan, personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Dedai agar mengutamakan pencegahan dini terhadap Karhutla. Warga diingatkan mengenai penerapan sistem pembakaran terbatas dan terkendali serta pentingnya segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran.
Polsek Dedai terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik yang terdeteksi melalui sistem pemantauan hotspot sebagai langkah antisipasi agar kebakaran tidak kembali meluas, terutama di tengah kondisi musim kemarau.