Polsek Serawai bersama personel TNI melakukan pengecekan dan verifikasi terhadap sebaran titik panas (hotspot) yang terdeteksi di wilayah Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, Senin (31/8/2026).
Berdasarkan pemantauan satelit NASA pada Minggu (30/8/2026) pukul 12.33 WIB hingga Senin (31/8/2026) pukul 07.00 WIB, terdeteksi 12 titik hotspot di wilayah hukum Polsek Serawai.
Personel gabungan yang dipimpin AKP Bambang Hermanto, S.H. bersama jajaran Polsek Serawai dan personel TNI kemudian melakukan ground check terhadap titik-titik yang terdeteksi untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
Dari sejumlah titik yang terpantau, satu titik yang dapat dijangkau berada di Desa Tamakung, dengan koordinat -0.32493, 112.64798 dan luas area terdampak diperkirakan sekitar 1,3 hektare. Hasil pengecekan menunjukkan titik api di lokasi tersebut telah padam.
Dalam kegiatan tersebut, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, khususnya di tengah kondisi musim kemarau yang meningkatkan risiko terjadinya Karhutla.
Namun, petugas menghadapi kendala dalam menjangkau 11 titik hotspot lainnya. Sebagian lokasi tidak memiliki akses jalur darat sehingga hanya dapat ditempuh melalui jalur air. Kondisi debit air yang menurun akibat musim kemarau serta jarak tempuh yang cukup jauh menjadi hambatan dalam pelaksanaan ground check.
Sebelas titik yang belum dapat dijangkau tersebut tersebar di wilayah Nanga Ruhan, Nanga Jelundung, Merako Jaya, dan Nanga Bihe.
Kondisi geografis dan keterbatasan akses menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan Karhutla di wilayah Serawai. Meski demikian, Polsek Serawai terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi perkembangan titik panas yang terdeteksi.