13 Hotspot Terdeteksi di Ambalau, Personel Pastikan Api Padam

13 Hotspot Terdeteksi di Ambalau, Personel Pastikan Api Padam

Sintang, Kalimantan Barat – Polsek Ambalau bergerak cepat menindaklanjuti terdeteksinya 13 titik panas (hotspot) di wilayah Kecamatan Ambalau, Kabupaten Sintang. Personel turun langsung melakukan ground check untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mencegah potensi kebakaran kembali terjadi, Sabtu (12/9/2026).

Pengecekan dilakukan mulai pukul 09.00 WIB berdasarkan data hotspot yang terpantau melalui tabulasi BMKG Kalimantan Barat dengan tingkat kepercayaan medium dari satelit NOAA20 dan SNPP.

Ke-13 titik tersebut tersebar di Desa Buntut Pimpin, Desa Bukai Tukun, Desa Bukit Tinggi, Desa Buntut Sabon, Desa Nanga Menantak, Desa Nanga Rade, dan Desa Riam Sabon.

Personel Polsek Ambalau bersama unsur TNI melakukan pengecekan langsung terhadap titik-titik yang terdeteksi. Hasil ground check menunjukkan bahwa seluruh lokasi yang didatangi sudah dalam kondisi padam. Luasan lahan yang sebelumnya terbakar bervariasi, mulai sekitar 0,5 hingga 1,1 hektare per titik.

Kondisi lahan yang terpantau secara umum merupakan tanah mineral dengan vegetasi berupa semak-semak dan berada jauh dari pemukiman. Pemilik lahan pada titik-titik tersebut belum diketahui.

Meskipun api telah padam, personel tetap melakukan pengecekan dan memastikan kondisi di sekitar lokasi tidak menunjukkan adanya potensi api kembali menyala maupun meluas. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari deteksi dini dan pencegahan Karhutla.

Kapolsek Ambalau mengatakan bahwa setiap informasi hotspot yang terdeteksi akan ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung di lapangan.

β€œSetiap informasi hotspot kami tindak lanjuti dengan ground check. Meskipun saat petugas tiba seluruh titik api sudah padam, pengecekan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi lokasi dan mencegah kemungkinan munculnya kembali api,” ujarnya.

Selain melakukan verifikasi, personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Ambalau agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla selama musim kemarau.

Polsek Ambalau terus mengoptimalkan pemantauan terhadap wilayah rawan Karhutla dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan. Kecepatan masyarakat melaporkan setiap potensi kebakaran menjadi salah satu kunci agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.