13 Hotspot Terdeteksi di Ketungau Hilir, Polisi Percepat Verifikasi

13 Hotspot Terdeteksi di Ketungau Hilir, Polisi Percepat Verifikasi

Sebanyak 13 titik panas atau hotspot kembali terdeteksi di wilayah Kecamatan Ketungau Hilir, Kabupaten Sintang. Menindaklanjuti hasil pemantauan satelit NASA-SNPP, personel Polsek Ketungau Hilir langsung melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan kondisi titik-titik tersebut, Sabtu (5/9/2026).

Pengecekan dilakukan sekitar pukul 07.00 WIB dengan menyasar sejumlah lokasi yang tersebar di Desa Batu Nyadi, Desa Semajau Mekar, Desa Mungguk Kelapa, dan Desa Pampang Dua.

Hasil ground check menunjukkan bahwa memang terdapat lahan dan kawasan berhutan yang sebelumnya terbakar. Namun, saat personel tiba di lokasi, titik api telah padam.

Berdasarkan hasil pendataan, luasan lahan yang terdampak pada masing-masing titik berkisar antara 0,5 hingga 1 hektare. Kondisi lahan didominasi mineral dan gambut dengan vegetasi berupa semak-semak. Lokasi titik api juga berada relatif jauh dari permukiman masyarakat.

Kapolsek Ketungau Hilir Iptu M. Sulaiman mengatakan pengecekan lapangan dilakukan sebagai langkah cepat untuk memastikan setiap informasi hotspot yang terdeteksi melalui pemantauan satelit.

โ€œSetiap titik hotspot yang terdeteksi kami tindak lanjuti dengan pengecekan langsung. Meskipun saat petugas tiba api sudah padam, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api,โ€ ujar Iptu M. Sulaiman.

Selain melakukan verifikasi, personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat di Desa Batu Nyadi, Pampang Dua, Semajau Mekar, dan Mungguk Kelapa agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai sistem pembakaran terbatas dan terkendali serta pentingnya melakukan langkah pencegahan dini guna mencegah api meluas.

Polsek Ketungau Hilir terus meningkatkan pemantauan terhadap wilayah yang terindikasi memiliki hotspot, khususnya di tengah kondisi musim kemarau. Respons cepat dan pengecekan langsung di lapangan diharapkan dapat mencegah titik api berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas.