Polsek Ambalau Polres Sintang bergerak cepat melakukan pengecekan langsung terhadap 12 titik hotspot yang terpantau di wilayah Kecamatan Ambalau, Kabupaten Sintang, Jumat (21/8/2026).
Pengecekan dilakukan mulai pukul 09.00 WIB sebagai tindak lanjut pemantauan hotspot pada tabulasi BMKG Kalimantan Barat, Kamis (20/8/2026). Seluruh titik terpantau melalui satelit NASA-SNPP dengan tingkat kepercayaan medium.
Personel Polsek Ambalau yang turun langsung melakukan ground check yakni Aipda Palentinus, Aipda Nofi Efendi dan Brigadir Abdul Aji. Petugas mendatangi seluruh lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan sekaligus melakukan verifikasi terhadap titik koordinat yang terdeteksi.
Ke-12 titik tersebut tersebar di beberapa desa, yaitu Desa Nanga Rade, Luting Mingan, Sungai Tambun, Korong Daso dan Nanga Sakai, Kecamatan Ambalau.
Hasil pengecekan menunjukkan bahwa lokasi yang terdeteksi merupakan lahan dengan jenis tanah mineral dan vegetasi berupa semak-semak. Luasan lahan yang terbakar bervariasi, mulai dari sekitar 0,5 hingga 1,3 hektare. Pemilik lahan di seluruh titik yang dilakukan pengecekan belum diketahui.
Saat petugas tiba di lokasi, seluruh titik api telah padam. Meski demikian, pengecekan tetap dilakukan secara menyeluruh sebagai langkah deteksi dini untuk memastikan tidak terdapat api yang berpotensi kembali menyala dan meluas.
Selain melakukan verifikasi, personel Polsek Ambalau juga memberikan imbauan kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), termasuk pentingnya menerapkan sistem pembakaran terbatas dan terkendali serta melakukan pencegahan sejak dini.
Langkah cepat tersebut menjadi bagian dari komitmen Polsek Ambalau dalam melakukan deteksi dini, pencegahan dan penanganan Karhutla, khususnya di tengah kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
Polsek Ambalau juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi terjadinya kebakaran lahan.