Polsek Ambalau melakukan ground check terhadap 11 titik hotspot yang terdeteksi melalui satelit NOAA20 di wilayah Kecamatan Ambalau, Kabupaten Sintang, Senin (21/9/2026).
Pengecekan dilakukan mulai pukul 09.00 WIB sebagai tindak lanjut hasil tabulasi hotspot BMKG Kalimantan Barat pada Minggu (20/9/2026). Seluruh titik yang diperiksa memiliki tingkat kepercayaan medium.
Dari 11 titik tersebut, empat titik berada di Desa Mensuang, dua titik di Desa Riam Sabon, dan lima titik di Desa Sungai Tambun. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 7,2 hektare.
Rinciannya, lahan terbakar di Desa Mensuang masing-masing sekitar 0,6 hektare, 0,8 hektare, 0,5 hektare, dan 0,5 hektare. Di Desa Riam Sabon masing-masing sekitar 0,6 hektare dan 0,8 hektare. Sementara di Desa Sungai Tambun masing-masing sekitar 0,7 hektare, 0,6 hektare, 0,5 hektare, 0,8 hektare, dan 0,8 hektare.
Lahan yang terbakar berada pada kawasan dengan jenis tanah mineral dan vegetasi berupa semak-semak. Lokasi titik hotspot diketahui tidak terdapat konsentrasi penduduk, sedangkan pemilik lahan belum diketahui.
Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Ambalau bersama personel BKO dan TNI melakukan pengecekan langsung ke seluruh titik koordinat. Hasilnya, saat petugas tiba di lokasi, seluruh titik api telah dalam kondisi padam.
Selain melakukan verifikasi lapangan, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat di Kecamatan Ambalau mengenai pencegahan dini Karhutla, termasuk pentingnya menerapkan sistem pembakaran yang terbatas dan terkendali sesuai ketentuan.
Polsek Ambalau akan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang terindikasi hotspot serta mendorong masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api guna mencegah kebakaran meluas.