Polsek Ambalau bersama personel BKO Brimob dan TNI melakukan pengecekan lapangan (ground check) terhadap lima titik panas (hotspot) yang terpantau di wilayah Kecamatan Ambalau, Kabupaten Sintang, Minggu (27/9/2026).
Pengecekan dilakukan mulai sekitar pukul 09.00 WIB berdasarkan data tabulasi hotspot BMKG Kalimantan Barat pada Sabtu (26/9/2026). Kelima titik tersebut terpantau dengan tingkat kepercayaan medium melalui satelit NOAA20 dan SNPP, yang tersebar di Desa Buntut Pimpin dan Desa Mensuang.
Kegiatan dipimpin IPDA Julianus Supento, S.Pd.K., bersama personel Polsek Ambalau, BKO Brimob dan TNI. Petugas kemudian mendatangi masing-masing koordinat untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
Hasil verifikasi menunjukkan, empat titik di Desa Buntut Pimpin memiliki luas lahan terbakar masing-masing sekitar 0,4 hektare, 0,5 hektare, 0,4 hektare dan 0,5 hektare. Sementara satu titik di Desa Mensuang diperkirakan memiliki luas lahan terbakar sekitar 0,5 hektare.
Dengan demikian, total lahan yang terdampak pada lima titik tersebut diperkirakan mencapai 2,3 hektare. Kondisi lahan berupa tanah mineral dengan vegetasi semak-semak, sementara konsentrasi penduduk di sekitar lokasi tidak ada dan pemilik lahan belum diketahui.
Saat petugas tiba di seluruh lokasi, api telah dalam kondisi padam. Petugas tetap melakukan pengecekan dan verifikasi di sekitar titik koordinat guna memastikan tidak terdapat sumber api yang masih berpotensi menyala kembali.
Selain melakukan verifikasi, personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Ambalau mengenai pencegahan dini Karhutla serta ketentuan pembakaran lahan secara terbatas dan terkendali.
Pengecekan lima hotspot tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini Polsek Ambalau untuk memastikan setiap titik panas yang terpantau dapat segera diverifikasi dan ditindaklanjuti di lapangan.