Polsek Ambalau melakukan pengecekan lapangan (ground check) terhadap enam titik hotspot yang terpantau dalam tabulasi hotspot BMKG Kalimantan Barat pada Kamis (24/9/2026). Pengecekan dilakukan pada Jumat (25/9/2026) mulai pukul 09.00 WIB.
Enam titik tersebut terdeteksi oleh satelit SNPP dengan tingkat kepercayaan low dan medium, tersebar di Desa Nanga Kemangai, Desa Buntut Pimpin, Desa Lunjan Tingang, dan Desa Nanga Kesange, Kecamatan Ambalau, Kabupaten Sintang.
Hasil pengecekan menunjukkan bahwa seluruh titik yang didatangi merupakan area dengan jenis tanah mineral dan vegetasi berupa semak-semak. Lokasi tersebut tidak terdapat konsentrasi penduduk, sementara pemilik lahan belum diketahui.
Dari enam titik yang diverifikasi, luasan lahan yang terbakar masing-masing diperkirakan 0,6 hektare di Nanga Kemangai, 0,6 hektare dan 0,5 hektare di Buntut Pimpin, 0,4 hektare di Lunjan Tingang, 0,5 hektare di Nanga Kemangai, serta 0,5 hektare di Nanga Kesange. Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,1 hektare.
Saat petugas tiba di seluruh lokasi, api telah dalam kondisi padam. Petugas kemudian melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi titik yang terdeteksi sekaligus mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali api.
Pengecekan dilakukan oleh personel Polsek Ambalau bersama personel BKO dan TNI yang dipimpin IPDA Julianus Supento, S.Pd.K. Selain melakukan verifikasi, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat mengenai pencegahan dini Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), termasuk pentingnya memperhatikan ketentuan terkait pembakaran lahan secara terbatas dan terkendali.