Polsek Ketungau Tengah Bersama TNI dan Brimob Padamkan Karhutla di Lima Titik

Polsek Ketungau Tengah Bersama TNI dan Brimob Padamkan Karhutla di Lima Titik

Polsek Ketungau Tengah bersama personel TNI dan BKO Brimob melakukan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di lima titik yang tersebar di Desa Swadaya dan Desa Wana Bhakti, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan ground check, pemadaman dan pendinginan dilakukan setelah sebelumnya terpantau adanya sejumlah titik api melalui aplikasi Lancang Kuning dan Sipongi. Petugas kemudian melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melakukan penanganan.

Dari lima titik yang diperiksa, empat titik berada di Desa Swadaya dengan luas lahan terbakar masing-masing sekitar 0,9 hektare, 1,1 hektare, 0,7 hektare dan 0,7 hektare. Sementara satu titik lainnya berada di Desa Wana Bhakti dengan luas sekitar 0,8 hektare. Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 4,2 hektare.

Dalam penanganan tersebut, Polsek Ketungau Tengah mengerahkan tujuh personel, didukung empat personel Koramil Ketungau Tengah dan lima personel BKO Brimob.

Kawasan yang terbakar memiliki karakteristik tanah mineral dengan sedikit gambut. Vegetasi di lokasi didominasi pepohonan dan semak-semak, sedangkan konsentrasi penduduk di sekitar kawasan tersebut tergolong jarang.

Berdasarkan hasil pengecekan, sebagian lahan yang terbakar merupakan lokasi yang sebelumnya telah dilakukan pemadaman, namun api kembali muncul. Kondisi musim kemarau turut membuat vegetasi di sekitar lokasi mudah terbakar.

Petugas bersama unsur terkait melakukan pemadaman dan pendinginan pada titik-titik yang terbakar. Secara umum api berhasil dipadamkan, meskipun masih ditemukan kepulan asap di sejumlah bagian lahan sehingga dilakukan pemantauan lanjutan untuk mengantisipasi munculnya kembali api.

Polsek Ketungau Tengah terus berkoordinasi dengan TNI dan unsur terkait dalam melakukan monitoring terhadap lokasi Karhutla, khususnya pada area yang sebelumnya telah dilakukan pemadaman dan masih berpotensi menimbulkan titik api kembali.