SINTANG – Polsek Serawai melakukan pengecekan dan verifikasi terhadap empat titik hotspot yang terdeteksi di wilayah Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan ground check dilaksanakan mulai sekitar pukul 08.00 WIB dengan menindaklanjuti hasil pemantauan satelit NASA pada Jumat (18/9/2026) yang mendeteksi empat titik hotspot dengan tingkat kepercayaan medium.
Empat titik tersebut berada di Desa Bedaha sebanyak dua titik, masing-masing pada koordinat -0.30328, 112.47826 dengan luas sekitar 0,9 hektare dan -0.29993, 112.47775 dengan luas sekitar 0,8 hektare. Selanjutnya, satu titik berada di Desa Begori pada koordinat -0.25655, 112.5147 dengan luas sekitar 1,1 hektare, serta satu titik lainnya di Desa Muara Kota pada koordinat -0.25944, 112.40654 dengan luas sekitar 1 hektare.
Berdasarkan estimasi tersebut, total luas lahan yang teridentifikasi terbakar dari empat titik hotspot mencapai sekitar 3,8 hektare.
Pengecekan melibatkan personel Polsek Serawai yang dipimpin AKP Bambang Hermanto, S.H., bersama personel Polsek Serawai, tiga personel BKO Sat Brimob, serta dua personel TNI AD.
Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bahwa lokasi yang diperiksa merupakan lahan dengan jenis tanah mineral dan vegetasi berupa semak belukar. Pemilik lahan belum diketahui. Personel juga menemukan bahwa titik api pada lokasi yang dapat dijangkau telah dalam kondisi padam.
Selain melakukan verifikasi dan pengecekan langsung berdasarkan koordinat yang terdeteksi, personel memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran dalam kegiatan pembukaan lahan atau ladang sebagai langkah pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Dalam pelaksanaannya, personel menghadapi kondisi medan yang cukup sulit dan akses menuju sejumlah lokasi terbatas. Kondisi tersebut menyebabkan waktu tempuh menuju titik hotspot menjadi lebih lama.
Kegiatan pengecekan dan verifikasi terhadap empat titik hotspot tersebut selesai sekitar pukul 15.30 WIB.