Sintang, Kalimantan Barat – Sebanyak 11 titik kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di lima desa wilayah Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang. Polsek Ketungau Tengah bersama TNI, Brimob, Satpol PP, perangkat desa dan masyarakat bergerak melakukan pemadaman, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan ground check dan pemadaman berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga 16.40 WIB. Sebelas titik tersebut tersebar di Desa Margahayu sebanyak lima titik, Desa Swadaya dua titik, Desa Gut Jaya Bhakti dua titik, Desa Wana Bhakti dua titik, dan Desa Mungguk Lawang dua titik.
Dari hasil pengecekan, luas lahan yang terbakar pada masing-masing titik berkisar antara 0,7 hingga 1,1 hektare. Lahan yang terbakar memiliki karakteristik tanah mineral dengan gambut, ditumbuhi pepohonan dan semak-semak, serta berada di wilayah dengan konsentrasi penduduk yang jarang.
Pemadaman dilakukan secara bersama-sama oleh enam personel Polsek Ketungau Tengah, lima personel Koramil Ketungau Tengah, lima personel BKO Brimob, tiga personel Satpol PP Kecamatan Ketungau Tengah, serta perangkat desa dan masyarakat.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, sebagian lahan yang terbakar merupakan lokasi yang sebelumnya telah dilakukan pemadaman, namun api kembali muncul. Kondisi kemarau panjang dan vegetasi berupa semak serta pepohonan yang mudah terbakar turut menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran.
Kapolsek Ketungau Tengah bersama unsur terkait terus mengarahkan personel untuk melakukan pemadaman dan memastikan api tidak meluas ke area lainnya. Setelah proses pemadaman, petugas juga melakukan pemantauan terhadap sejumlah titik yang masih mengeluarkan kepulan asap guna mengantisipasi munculnya kembali api.
Hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 16.40 WIB, secara umum api telah berhasil dipadamkan, meskipun masih terdapat kepulan asap di beberapa lokasi. Tim gabungan terus melakukan pemantauan sebagai langkah antisipasi agar titik-titik yang telah padam tidak kembali terbakar.
Penanganan tersebut menjadi bentuk sinergi lintas sektor dalam menghadapi Karhutla di wilayah Ketungau Tengah, sekaligus mempercepat respons terhadap kebakaran yang berpotensi meluas selama musim kemarau.