Polsek Dedai Bersama Perusahaan Serta Warga Padamkan Karhutla di Penyak Lalang

Polsek Dedai Bersama Perusahaan Serta Warga Padamkan Karhutla di Penyak Lalang

Polsek Dedai bersama perusahaan dan masyarakat bergerak melakukan ground check, pemadaman serta pendinginan terhadap titik hotspot yang terdeteksi di wilayah Kecamatan Dedai, Selasa (15/9/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan awal, terdapat lima titik hotspot yang terdeteksi di wilayah Dedai. Namun, setelah dilakukan penelusuran berdasarkan koordinat menggunakan Google Maps, dua titik yang semula tercatat berada di Desa Gandis Hilir ternyata berada di wilayah Desa Baya Betung, Kecamatan Sungai Tebelian. Kedua titik tersebut telah ditangani oleh Polsek Sungai Tebelian bersama PT Julong Sona Estate.

Sementara itu, tiga titik lainnya berada di Desa Penyak Lalang, Kecamatan Dedai, dan menjadi lokasi penanganan langsung oleh personel Polsek Dedai bersama PT BSL, PT Julong serta masyarakat.

Titik pertama ditangani mulai pukul 08.00 WIB dengan luas lahan terbakar sekitar 2 hektare. Titik kedua ditangani mulai pukul 13.00 WIB dengan luas sekitar 1,8 hektare, sedangkan titik ketiga ditangani mulai pukul 14.00 WIB dengan luas sekitar 1,5 hektare.

Dalam penanganan tersebut, delapan personel Polsek Dedai bersama unsur perusahaan dan masyarakat melakukan pemadaman sekaligus pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali api. Petugas menggunakan kendaraan R6, R2 serta alat penyemprot yang disesuaikan dengan kondisi medan.

Kondisi lokasi yang tidak memiliki akses jalan menuju titik kebakaran membuat proses pemadaman harus dilakukan dengan menggunakan tangki semprot. Untuk membantu proses pemadaman, petugas menggunakan larutan X-Fire yang dicampurkan dengan air dengan perbandingan 1 liter X-Fire dan 5 liter air.

Kapolsek Dedai AKP Sophar Aritonang bersama personel terus melakukan koordinasi dengan unsur perusahaan dan masyarakat agar penanganan dapat dilakukan secara efektif. Setelah pemadaman, pendinginan dan monitoring juga dilakukan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali menyala.

Sementara itu, dua titik hotspot di Desa Baya Betung, Kecamatan Sungai Tebelian, dengan koordinat -0.18246, 111.61026 dan -0.18169, 111.6054, telah ditangani oleh PT Julong Sona Estate melalui upaya pemadaman dan pendinginan.

Penanganan secara bersama-sama tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara Polri, perusahaan dan masyarakat dalam menghadapi Karhutla, terutama pada lokasi dengan akses yang sulit. Langkah pemadaman, pendinginan dan pemantauan terus dilakukan untuk mencegah api kembali muncul maupun meluas ke wilayah lainnya.